Posted on Januari 23, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
GILANG masuk ke kamar kostnya dengan geram. Hari ini dia menahan amarah yang amat sangat. Dihempaskan tubuhnya di atas spring bed, sambil memegang kedua kepala rambutnya diremas. Selanjutnya dia menangis terisak-isak. Entah apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Beberapa saat kemudian, dia mengambil air wudhu dan pergi sholat. Malam ini dia banyak merenung, biasanya Gilang masing [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita fiksi dan nyata | Leave a Comment »
Posted on Januari 17, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
AYAH seorang tukang jahit. Beliau sangat bersahaja. Kesehariannya selalu dihabiskan di sebuah kios kecil tepat di depan pintu rumah. Apabila order lagi sepi ayah mencari order keliling, sehingga ayah dikenal juga sebagai tukang jahit keliling oleh warga setempat.
Rumah kami berada di Kampung Zaitun. Rumah yang sebagian besar dindingnya tanpa plesteran semen ini lebih mirip sebuah [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 5 Komentar »
Posted on Januari 14, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
AKU baru saja diturunkan di sebuah restoran cepat saji di kawasan Senen, hari ini hari kamis, biasanya memang aku dan beberapa temanku selalu diturunkan di restoran ini setiap hari kamis atau hari senin.
Ternyata setelah melalui rute dari tempat kami diinapkan di daerah Pulo Gadung, kami sudah berada di pintu belakang McDonald’s Atrium Senen.
Beberapa karyawan [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita fiksi dan nyata | 4 Komentar »
Posted on Januari 8, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
AKU kenal Zakky sebenarnya tidak terlalu disengaja. Saat itu, aku sedang beristirahat karena sakit di rumah. Seorang temanku mengenalkan Zakky denganku ketika Gilang temanku itu membesukku di Rumah tempo lalu.
Aku sendiri agak sungkan untuk berkenalan dengan Zakky. Terus terang bukan karena aku tidak menerima orang asing di rumahku, tetapi lebih ke faktor Gilang. Gilang temanku [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 1 Komentar »
Posted on Januari 5, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
MALAM berselimut kabut. Udara diluar flat sangat dingin, angin menghembus membuat orang-orang mengetatkan jaket dan sweter mereka. Beberapa orang yang tidak mempunyai urusan penting lebih memilih tinggal di dalam rumah menghangatkan diri dengan secangkir kopi atau teh.
Flat ini memang kondisinya sudah agak tua, kusam dan terkesan tidak terurus. Hanya ada beberapa keluarga yang menempati kamar-kamar [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 7 Komentar »