Posted on Mei 2, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
Malam semakin asyik memainkan kegelapan, aku masih berpikir bagaimana cara mengakhiri hidup. Rencana untuk bunuh diri sudah lama berada dibenakku. Ada beberapa rencana yang telah kususun rapih akan tetapi aku masih mempertimbangkan untung ruginya, kedengarannya seperti pedagang untuk bunuh diri saja harus berhitung. Tetapi memang tujuanku adalah mengakhiri hidup dengan cara yang paling nyaman, tenang [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 3 Komentar »
Posted on April 1, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
Bayi yang aku ajak berbicara rupanya tidak mau tumbuh menjadi seorang dewasa. Baru kali ini dalam percakapanku dengan bayi, aku mendapatkan jawaban seperti ini. Tidak mau dewasa, dia ingin menjadi bayi terus hingga akhir hayatnya atau kalau perlu mati sekalian, tanpa harus menjadi dewasa.
Biasanya bayi yang aku ajak bercakap-cakap selalu dengan bersemangat dan sangat tidak [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 1 Komentar »
Posted on Januari 17, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
AYAH seorang tukang jahit. Beliau sangat bersahaja. Kesehariannya selalu dihabiskan di sebuah kios kecil tepat di depan pintu rumah. Apabila order lagi sepi ayah mencari order keliling, sehingga ayah dikenal juga sebagai tukang jahit keliling oleh warga setempat.
Rumah kami berada di Kampung Zaitun. Rumah yang sebagian besar dindingnya tanpa plesteran semen ini lebih mirip sebuah [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 5 Komentar »
Posted on Januari 8, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
AKU kenal Zakky sebenarnya tidak terlalu disengaja. Saat itu, aku sedang beristirahat karena sakit di rumah. Seorang temanku mengenalkan Zakky denganku ketika Gilang temanku itu membesukku di Rumah tempo lalu.
Aku sendiri agak sungkan untuk berkenalan dengan Zakky. Terus terang bukan karena aku tidak menerima orang asing di rumahku, tetapi lebih ke faktor Gilang. Gilang temanku [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 1 Komentar »
Posted on Januari 5, 2008 by Bamby Bambang Cahyadi
MALAM berselimut kabut. Udara diluar flat sangat dingin, angin menghembus membuat orang-orang mengetatkan jaket dan sweter mereka. Beberapa orang yang tidak mempunyai urusan penting lebih memilih tinggal di dalam rumah menghangatkan diri dengan secangkir kopi atau teh.
Flat ini memang kondisinya sudah agak tua, kusam dan terkesan tidak terurus. Hanya ada beberapa keluarga yang menempati kamar-kamar [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita Fiksi | 7 Komentar »